enjoyy read :D
hope u like this :p
- ANDAI AKU SEORANG BUTA –
“Bagian mana dari tubuh loe yang paling loe banggain ?” Tanya Angel pada teman-teman se genk-nya
“Kalo gw , dagu gw nih .. lancip .. banyak yang ngiri, wkwk.” Sahut Ify
“Apa yaa ? pipi chubby gw dah. Lucu kan, kalo loe sendiri ?” jawab Via sambil memegangi pipinya yang chubby dan lucu
“Gw apa ya ? tulang gw kali, soalnya gw bangga badan gw gede.hehe”jawab Angel sambil membentuk tangannya menyerupai huruf “V” menandakan agar tidak mendapat seruan dari temennya
“Ga nyambung !!” cela Sivia dan Ify
“Kalo loe Shil ?”
“Mata gw lah , secara mata gw nih yaa .. perfect lah buat wajah gw. Ga sipit , ga lebar, bening , yahh gitu lah sob. Banyak yang muji.” Jawab Shilla membanggakan matanya.
“Stop ! cukup bangganya. Kita tau..peri mata indahnya Cakka. Haha.” Timpal Via dan Ify bareng-bareng.
Ya, mata Shilla memang bagus, cocok dan proporsional sekali dengan wajahnya yang cantik. Belum lagi bulu mata lentiknya yang seolah memihak pada pemilik mata indah itu bahwa mata itu memang patut dipuji. Banyak yang iri dengan mata indah Shilla. Sebenarnya, Shila merupakan anak yang baik, dia ramah, pintar, dan murah senyum. Namun, dia berubah saat banyak orang melirik dan mengatakan bahwa matanya bagus dan sangat proporsional sekali dengan wajahnya. Tidak terlalu sipit, ataupun lebar. Ya, begitulah kira-kira. Sangat menghipnotis (?). Dia menjadi sombong, suka membangga-banggakan matanya, seolah hanya matanya yang paling indah.
Angel, Shila, Sivia, dan Ify tergabung dalam satu gank yang cukup popular. Mereka cantik, pintar, berbakat, dan banyak yang ingin berteman dengan mereka. Tapi sekarang, banyak yang menjauhi bahkan memusuhi mereka, eh.. bukan mereka, tapi hanya Shila. Semua menganggap Shila telah berubah sejak banyak pujian menghujaninya. Angel, Sivia, dan Ify sudah sering menasehati Shila agar tidak terlalu menyombongkan matanya, namun malah lototan (?) yang mereka dapat dari Shila saat mencoba menasehati.
“Eh, loe sini ! Kalo kertas tadi masuk ke mata gw gimana ? Mau loe ganti mata gw ?!” marah Shila sambil melotot seakan menghukum Alvin saat dirinya hampir terkena tembakan kertas dari Alvin.
“Yee, orang ga kena. Ya udah lah.” Ujar Alvin santai.
“Ikh, loe ga tau apa, mata gw tuh peenting banget bagi gw !”
“Heh, semua orang tuh emang butuh mata kali.” masih dengan gaya cool-nya Alvin mencoba sabar.
“Dasar loe ! Sipit ! Pokoknya gw gak mau ya loe mainan tembak kertas atau apalah itu di dekat gw! Loe tau kan mata gw tuh …”
“Bye” jawab Alvin sambil berlalu meninggalkan Shila
Shila masih melotot dengan tingkah Alvin barusan yang membuatnya muak dan badmood pagi ini.
Alvin memang salah satu dari sekian banyak anak di SMP Idola Bintang yang kurang suka bila Shila sudah berbicara tentang matanya. Maka dari itu dia memilih berlalu dari hadapan Shila, daripada harus berurusan tentang mata dengan Miss.Eye itu.
“Untung gw kabur..” gumam Alvin
“Kabur darimana bro ?” Tanya Iel tiba-tiba, cukup mengagetkan Alvin
Alvin menoleh, “Si Miss.Eye”
“Kok bisa ?” Tanya Iel belum puas dengan jawaban Alvin
“Bisa apanya ?” Alvin bertanya balik sambil menyipitkan matanya
“Ada masalah apa loe sama si Shila ?”
“Ya, gw tadi maenan tembak kertas di deket dy.”
“Akh, loe mah .. trus ?”
“Ya dia ngoceh tuh, gw tinggal aja.”ujar Alvin tanpa rasa bersalah
“Haha, sombong banget ya tuh orang. Padahal Ify, Via, Angel juga lebih cantik” Sahut Iel tanpa memperhatikan ekspresi wajah Alvin yang berubah.
“Loe suka salah satu dari mereka, Yel ?” Tanya Alvin ketika mendengar nama Ify disebut juga
“Ga ding, lupakan.” Iel merutuki dirinya karena keceplosan memuji 3 karib Shila itu
Malam ini, seperti biasa Shila sedang berdiri di depan kaca, melihat pantulan simetris dirinya sambil senyum-senyum.
“Cantik juga gw.” Ujarnya narsis
Mentari hari ini sangat bersemangat untuk menyinari bumi. Seolah telah tidur semalaman, mentari pun menyinari bumi dengan pancaran sinar terbaiknya. Shila menggeliat malas menyongsong harinya pagi ini. Mengumpulkan sisa nyawanya yang terbawa mimpi tadi malam. Shila segera bangun, mandi, dan mematut dirinya di depan kaca. Senyum terpancar jelas di bibir tipisnya. Tidur yang cukup tadi malam membuat moodnya lebih baik pagi ini.
“Sempurna.”gumamnya
Setelah memakai bandananya dan mengecek mata, tentunya .. Shila segera menyelempangkan tas pink-nya, lalu turun ke bawah, ikut sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.
“Pagi, cantik ” sapa papanya
“Pagi, papa-mama” sambut Shila sambil memamerkan deretan gigi putihnya.
“Pa, aku hari ini berangkat bareng Cakka ya.” Izin Shila pada papanya
“Naik apa ?”
“Jalan, Pa .. Sekalian olahraga, lagian kan gak jauh-jauh juga sekolah ma rumah, lewat jalan terabasan (?), Pa.. Boleh yaa ?”
“Iya, yang penting kamu sekolah dan gak terlambat.”
“Sipp !!” Ujar Shila sambil melahap nasi goreng istimewa buatan mamanya.
Drrt Drrt
1 new message from : cakka_NRG
Ayo !! Gw d depan rumah loe !”
Tanpa membalas , Shila segera beranjak dari kursi makannya dan ke luar. Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, pastinya.
“Hy” Sapa Shila pada pacarnya tersebut
Cakka hanya membalas dengan senyuman manisnya sebelum mereka benar-benar berjalan menjauhi rumah Shila. Mereka berceloteh ria sepanjang perjalanan, diselingi dengan guyonan khas anak SMP dan ejek-ejekan kecil.
Tiba-tiba ..
“Brukk ..!!” Shila terjatuh karena bertabrakan dengan seorang kakek buta hingga baju yang dikenakannya sedikit kotor.
“Auww !” jerit Shila
“Maaf neng .. Saya gak sengaja.”
“Maaf ? Enak banget , loe jalan pake mata donk !! Pagi-pagi jangan pake kacamata item !! Gaya banget deh!!” Shila mencerca kakek tua itu dengan bentakan dan mata melotot
“Iya, saya bener-bener gak sengaja.. Saya buta .”
“Oh , buta ?! Pantesan , lain kali kalo buta jalan lebih ati-ati !! Atau sekalian aja gak usah keluar rumah biar gak bawa korban !!” dengan tatapan merendahkan Shila masih mencaci kakek-kakek itu.
“Udah Shil.. loe gak papa kan ? Kasian juga .” Ucap Cakka menengahi
Dari tatapannya Shila memang sedikit kecewa, namun balasan tatapan dari Cakka mampu meluluhkan hatinya.
“Emm .. Maaf kek.. Teman saya emosi .. Tapi dia baik kok sebenernya .. Maaf yaa kek , tolong jangan dimasukkan hati .. Saya mewakili teman saya benar-benar minta maaf pada kakek.” Cakka meminta maaf ke kakek dengan sungguh-sungguh
“Kakek yang harus minta maaf, kakek memang harus lebih hati-hati.”
“Yasudah kek, kami berangkat sekolah dulu. Maaf kakek, hati-hati.” Cakka mengundurkan diri, pamit pada kakek itu.
Shila hanya menatap keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan dan segera menarik tangan Cakka untuk segera melanjutkan perjalanannya.
“Ihh , ngerusak mood orang banget deh !” Shila masih terlihat sangat kesal
“Udahlah, Shil .. Toh loe gapapa .. Jangan keterlaluan kayak tadi .. Kasian .. Pasti kakek nelangsa di dalam hatinya.” Nasehat Cakka penjang lebar
“Huh !! Tapi kesel banget cakkkaaaa !!” ujar Shila setengah berteriak
“Iya iya , yaudah lah lupain aja .. Anggap aja gak pernah ada kejadian tadi.”
“Huft !!” Shila melepaskan semua bebannya bersama tarikan nafasnya.
“Everything gonna be okay, senyum donk !!” Rayu Cakka yang berhasil membuat mood Shila sedikit kembali.
Setiba di sekolah ..
“Tumben Shil, agak siangan ?” sapa Ify pada sahabatnya satu itu.
“Gak biasanya nih.” Sahut Angel
“Bareng Cakka” jawab Shila singkat
“Nyeh ? Bukannya seneng malah muka ditekuk gitu -_-“ Protes Via. 2 sahabat yang lain menganggukkan kepala tanda setuju dengan pendapat Via.
Shilla pun menceritakan apa yang terjadi di jalan tadi dengan nyaris sempurna, tak ketinggalan satu aktivitas pun.
“Salah sendiri, buta !!” Shila tampak meluapkan emosinya pada akhir ceritanya.
“Hus !! Shila !! Kualat loh !!” Ify memperingatkan
“Iya nih, hati-hati loe Shil kalo ngomong.” Sambung Via
“Iya. Yaudah lah Shil, loe juga gak papa.” Respon Angel
“Shila, mau gimana lagi ? Kamu harus tetep pake kacamata agar matamu bisa kembali normal, sayang.” Bujuk mama Shila
“Gak mau !! Mata indah Shila gak bisa kliatan kalo pake kacamata. Shila gak mau !!” Shila tetap bersikeras
“Shila mau pakek contactlens aja.” Lanjutnya
“Sayang, contactlens itu BAHAYA !!” terang mama Shila sambil menekankan pada kata ‘bahaya’.
“Aduh mama , Shila bisa jaga diri Shila .. contactlens itu gak akan nyakitin Shila kok.” Shila meyakinkan mamanya agar setuju dengan keputusannya.
“Yaudah, mama nyerah”
“Yeee !!” terpancar kegembiraan di wajah Shila karena matanya tidak jadi tertutup oleh tebalnya kaca yang membantu penglihatannya itu.
“Tambah bagus aja mata loe Shil !!”
“Keren deh loe !!”
Shila tersenyum bangga dengan pernyataan-pernyataan tersebut. Mata Shila memang terlihat lebih cantik dengan lensa mata buatan berwarna biru itu. Cocok dengan kulitnya yang putih dan oval.
Shila mengucek-ucek matanya. Dia lupa bahwa siang tadi Shila belum melepas contactlens-nya sebelum ia tertidur sehingga sampai sore ini pun lensa mata masih tetap berada di dalam matanya. Seolah tidak sadar dengan keadaannya, Shila masih saja mengucek matanya.
“Auw !” pekik Shila pelan
“Oh My God. Lensa gw. Mata gw. Periihh”
Segera ia berdiri dari tempat tidurnya, melihat pantulan dirinya di cermin yang jadi satu dengan almari besarnya. Namun malah pandangan buram yang didapatnya, bukan dari satu mata, namun dari kedua matanya.
“Mamaaaaaa .. !!” teriak Shila
“Apa sayang ?” Mama Shila menghampiri dan mengelus lembut rambut hitam Shila yang sedang menangis.
“Kenapa Shila ??”
“Buram, Ma ..”rengek Shila, butiran air mata masih terus mengucur dari sudut matanya
‘Buram ?? Maksudnya ?? KEnapa Shil ?” Mama makin panic dengan keadaan Shila
“Shila harus operasi mata, namun itu hanya untuk mengambil contactlens di dalam mata Shila. Suatu kejaiban bila mata Shila kembali normal, namun kemungkinan terburuk, Shila .. buta.” Jelas dokter Duta, dokter mata ternama di kota itu.
“Bb..bbu..ta, Dok ?” Tanya mama Shila terbata-bata tak percaya
Dokter Duta hanya dapat menghembuskan nafas pasrahnya. Tangis mama Shila pecah seketika mengetahui kenyataan pahit yang akan dihadapi anak semata wayangnya. Tanpa mata yang sempurna. Tanpa mata yang dibanggakan. Tanpa bisa memandang langit biru di atas sana, atau bahkan hanya untuk mengambil benda-benda di dekatnya dengan benar. Oh .. mimpi buruk apa ini ??
“Ma .. kok gelap yaa ?” Tanya Shila selesai operasi mata.
“Iya sayang , lampu mati kali ya ?” jawab mama Shila berusaha untuk tidak menangis
“Tapi ini bukan gelap biasanya, Ma.. Hitam .. Semua hitam ma, Hitam ..!! APa Shila buta ma ?? Iya ma ?? Jawab Ma !!” tangis Shila tak kuasa menghadapi kenyataan.
Mama Shila hanya menangis, tak sanggup menjelaskan semua yang terjadi pada anak semata wayangnya tersebut.
“Mama .. Shila gak buta kan, Ma ..?”
“Mama !! Shila gak butuh tangisan mama !! Shila butuh jawaban, Ma !!” Shila memaksa.
“Maaf sayang , memang begini keadaanya ..”
“Nggak ma, nggak .. !! Tangis Shila memecah keheningan di ruangan putih yang terlihat hitam, kelam di mata Shila
Shila menatap kosong jalan di depan teras rumahnya. Tentu saja kosong, semua gelap di mata Shila.
“Shila ” sapa Cakka, tersenyum manis sekali
“Ya ?” jawab Shila masih setia dengan ekspresi datarnya
“Gw datang, Cakka . Inget kan ?”
“…”
“Shil ?”
“Gw gak bakalan lupa sama loe kok, Ka.” Respon Shila, kali ini dengan senyuman paling tipis yang pernah diberikan kepada Cakka, pacarnya itu
“Lagi mikirin apa, Shil ?”
“Gak papa”
“Bener ?” Tanya Cakka
“Jalan-jalan mau ? Kita ke taman ?” lanjut Cakka menawarkan diri hendak menemani Shila. Shila hanya menganggukkan kepalanya
“Yaudah, ayo !! ajak Cakka semangat
“Eh, cowok terkeren satu sekolah jalan ma cewek buta”
“Harusnya si cewek tau diri donk ya..!!”
“Mataku yang indah, kemana ya ??”
“Punya mata indah, tapi gak bisa ngliat. Percuma !!” celetuk beberapa teman sekolah Shila yang kebetulan lewat di taman
Air mata Shila tak kuasa lagi untuk tetap berlindung di bawah pelupuk matanya.
“Shila .. Jangan nangis .. Jangan dengerin omongan mereka .. mereka iri sama kita.”
“Mereka bener kok, Ka .. Gue harusnya tau diri .. Gue buta .. Gue gak pantes temenan atau bahkan kenal sama loe .. Loe keren, ganteng, pinter, baik .. pasti banyak cewek cantik yang mau sama loe.” Shila tersenyum miris
“Nggak Shila .. Loe tetep yang terbaik buat gw, senyum donk Shil .. aku gak suka liat kamu nangis ..”
“Kita pulang ya ?”
Kembali dengan ekspresi datar, Shila hanya menganggukkan kepalanya
“Maaf ya Shil ?”
“Untuk ?”
“Karena gw, loe jadi nangis”
“Bukan salah loe kok, makasih ya .. Loe mau nerima gw apa adanya.”
Berhari-hari Shila mengurung diri di kamarnya. Cakka pun tak bisa meluluhkan hati Shila.
“Shila gak kuat kayak gini. Shila mau kayak dulu lagi. Bisa ngliat semuanya. Tuhan .. ijinin Shila bisa ngliat lagi .. Shila janji Tuhan .. Janji .. Shila gak akan sombong lagi.” Ucap Shila di sela doanya
Siluet-siluet awal mula ia buta pun berputar-putar di kepala Shila. Dengan sisa air matanya Shila mencoba untuk menghapus semuanya , namun percuma itu tak berpengaruh apa-apa.
“Shila gak mau butaaaa !!!” jerit Shila.
“Kamu kenapa sayang ?” Mama Shila membangunkan putri kesayangannya itu
“Shila ..” perlahan-lahan Shila membuka matanya
“Jelas .. Berwarna .. Shila gak buta !!” ujar Shila
“Hey !! Kamu ngomong apa sayang ? Ayo bangun !! Udah pagi ..”
“Ma ..” ucapan Shila menggantung
Air mata Shila kembali mengucur, “Mama .. Shila mimpi buta, Ma. Shila takut dan Shila gak mau buta ”
“Shila gak buta sayang .. Mimpi itu cuma bunga tidur .. Mungkin ada hikmah di dalamnya .. Udah , sana .. mandi !!” perintah mamanya
“Gw akan berubah !” tekadnya
Senyum merekah dan mata yang berbinar ia tunjukkan kepada siapapun. Tak peduli apa reaksi orang melihat perubahan sikapnya. Namun yang jelas senyum tipis tapi pasti itu menunjukkan betapa bahagianya dia hari ini.
“Senyum senyum napa Shil ? Tumben !!”
“Gak papa , gw pingin berubah .. Gw gak mau sombong .. Gw mau jadi Shila yang dulu ..” tatapan bingung 3 sahabat Shila mengiringinya, hingga Shila keluar kelas hendak menemui Cakka
“Cakka , loe mau gak anterin gw ?” Tanya Shila berharap sekali Cakka mau
“Kemana ?”
“Gw mau ke kakek tua yang gw tabrak waktu itu. Gw mau minta maaf.”
Cakka membelalakkan matanya, tak percaya dengan pernyataan Shila.
“Serius ?”
“YA donk !! Bye !!” pamit Shila kembali membuat 1 orang lagi bingung karena ulahnya
“Aneh .. Tapi gak papa deh .. Bagus .. Loe mau berubah” gumam Cakka dengan seulas senyum
“Shil , kemana sih orangnya ? Kita udah muter-muter nih .. Loe gak capek apa ?”
“Aduh Cakkaku .. Prince charmingku .. Minta maaf itu harus butuh pengorbanan”
Sambil memijat kaki dan mengelap keringat, Cakka yang saat itu sudah benar-benar kelelahan, dikagetkan Shila hingga hamper tersungkur, “Cakka !! itu kakeknya !! Kejar !!”
“kakek, tunggu !!”
“…”
“Kakek , Shila yang nabrak kakek tempo hari .. Shila mau minta maaf, Shila yang salah , Shila gak hati-hati , maaf ucapan Shila waktu itu buat kakek sakit hati.” Mohon Shila tulus dari dalam hatinya
“Kakek udah maafin, neng .. Kakek kurang hati-hati”
“Bukan kakek , tapi aku !! Shila yang salah .. maaf ya kakek.”
Cakka menyaksikan keadaan itu dengan senyum bangga sekaligus haru pada pacarnya itu.
“Iya iya, sekarang kamu pulang .. Pasti ibu kamu nyari ”
“Iyah kek , maaf banget ya kek .. Permisi ..” pamit Shila
“Cakka juga permisi kek ..”
“Iyah iyah , silakan ..”
“Gw bangga sama loe !”
“Why ?”
“Loe mau ngakuin kesalahan loe , loe gak gengsi buat minta maaf .. tetep kayak gini ya .. Jangan berubah ..”
Shila tersenyum mendengar pernyataan Cakka, “Bisa aja loe !” sambil menoyor pelan kepala Cakka
“Udah ah , sana !! Uda nyampe !!”
“yee , makasih ya Ka .. Loe dah mau capek capek nganter gw .. Padahal yang salah Cuma gw , tapi loe jadi kebawa-bawa”
“Udah deh , sana ..” suruh Cakka
Shila dan Cakka saling menatap dalam fikiran masing-masing.
“Mata loe lebih indah kalo lo kayak gini, Shil.”puji Cakka
Shila hanya tersenyum, tidak menjawab sepatah katapun, dan mencoba misterius di depan teman, sahabat, kakak, sekaligus kekasihnya itu.
“Mata gw ga indah, Ka .. Mata gw sama kayak yang lainnya. Karena gw sadar, tiap mata punya bagian yang sama, punya retina,kornea,pupil, dan lensa yang sama. Mata kita gak akan indah tanpa hati yang indah pula. Buat apa kita punya mata terindah, namun hati kita buta. Kita tak bisa menatap apapun yang indah di depan kita. Buat apa kita punya mata terindah, bila mata hati kita tak bekerja. Mata dan hati punya pancaran yang sama. Saat hati kita senang, mata tak bisa berbohong, begitu juga sebaliknya. Gw bersyukur, Tuhan ngasih gw mata yang indah. Tapi gw akan lebih bersyukur jika Tuhan ngasih gw mata hati yang indah, yang memancarkan cinta.” Batin Shila sambil berjalan menjauhi Cakka yang masih menatap punggungnya, mungkin dengan hati yang bertanya-tanya.
-------------------------------------------------TAMAT------------------------------------------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar